Rabu, 28 September 2011

Pendekatan Stilistika


Pendekatan Stilistika
Secara etimologis stylistics berkaitan dengan style (bahasa Inggris). Style artinya gaya, dengan demikian stylistics dapat diartikan sebagai ilmu tentang gaya. Gaya dalam kaitan ini tentu saja mengacu pada pemakaian atau penggunaan bahasa dalam karya sastra.
Enkvist dalam On Defining Style (1964) memberikan beberapa pengertian tentang gaya. Menurutnya ada tiga pandangan berbeda tentang gaya. Pertama, dilihat dari sudut penulis. Ini diperlihatkannya dengan mengutip ucapan Goethe, yaitu “dasar komposisi aktif yang digunakan oleh penulis untuk memasuki dan membedakan bentuk dalaman daripada subyek diceritakannya”. Ini bertentangan dengan peniruan begitu saja. Kedua, gaya dilihat sebagai cirri teks, yang dapat dilihat dengan mempelajari teks. Dan ketiga, pengertian gaya dihubungkan dengan kesan yang diperoleh khalayak.
Terdapat enam gaya yang diberikan Enkvist, yaitu: (1) bungkus yang membungkus inti pemikiran atau pernyataan yang telah ada sebelumnya; (2) pilihan diantara beragam pernyataan yang mungkin; (3) sekumpulan cirri pribadi; (4) penyimpangan norma atau kaidah; (5) sekumpulan cirri kolektif, dan (6) hubungan antara satuan bahasa yang dinyatakan dalam teks yang lebih luas daripada sebuah kalimat.
Stilistika ialah gaya seorang pengarang dalam menggunakan variasi bahasa dalam karya sastranya. Gaya setiap pengarang berbeda antara pengarang yang satu dengan yang lainnya.
Pendekatan stilistika bertolak pada asumsi bahwa bahasa mempunyai tugas dan peran penting dalam kehadiran karya sastra. Bahasa tidak dapat dilepaskan dari sastra. Keindahan sebuah karya sastra sebagian besar disebabkan oleh kemampuan penulis mengeksploitasi kelenturan bahasa sehingga menimbulkan kekuatan dan keindahan.
Kajian stilistika berasumsi bahwa “disiplin linguistik” dapat member sumbangan pada disiplin “kritik sastra”. Dan sebaliknya “kritik sastra dapat memberikan sumbangan pada “disiplin linguistik” (Widdowson, 1976: 11)
Disiplin            Linguistik                                       Kritik Sastra
                                                    Stilistika
Subjek             Bahasa                                             Sastra
Keterangan:
Stilistika bukanlah suatu disiplin seperti “linguistik” dan . “kritik sastra”; dan bukan pula suatu subjek (seperti ‘bahasa’ dan ‘sastra’). Ruang lingkup stilistika ialah bertindak sebagai suatu sarana untuk menjembatani ‘disiplin’ dan ‘subjek’.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar